Lutfiana Ulfah dan Pujianto Cahyo Widianto atau yang akrab dipanggil Syeh Puji ini mungkin menjadi Raising Star akhir – akhir ini. Gimana gak terkenal! Lah, wong kakek – kakek kok nikahin anak SMP????
Setelah dilaporkan kepada pihak yang berwajib, orang tua dari “nyonya Puji” ini menjadi saksi dalam kasus pernikahan yang bener – bener controversial ini. Seharusnya nih, gak hanya jadi saksi, tapi sekalian aja jadi tersangkanya! Kenapa juga coba, Bapanya tega nikahin anaknya sama orang yang jelas – jelas umur menantunya itu 31tahun lebih tua dari anaknya kalu gak ada maksud – maksud tertentu???
Sebenernya sih, ini bukan kasus pertama dalam jagad pernikahan. Mungkin karena terpublikasi, jadi masalah ini jadi besar! Sudah banyak kasus pernikahan dini didaerah. Dan rata – rata pernikahan ini diakibatkan kurangnya pemerataan pendidikan didaerah. Jadi para orang tua mengorbankan anak perempuannya dinikahi dengan orang yang umur para suaminya “melebihi ambang kapasitas” demi UANG. Sebenernya para orang tua yang seperti itu, tidak pernah mengerti perasaan anaknya dan anak – anak yang dihasilkannya kelak. Mereka yang dinikahi oleh para orang tua yang kejam sebenarnya ingin menolak dan berontak. Tapi, para orang tua mengatasnamakan agama untuk patuh + untuk bisa balas jasa orang tua. Jadi mereka tidak bisa berkutik dan tidak bisa berbuat apa – apa. Asal para orang tua tahu saja, rasa tertekan itu tidak bisa dibayar oleh uang. Kalau pun toh meredakan, itu pun hanya sebentar.
Keluarga yang dihasilkan dari pernikahan dini yang dipaksa orang tua pun tidak akan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Ini bukan zaman dimana para orang tua pemaksa hidup. Inget! Zaman sudah berubah! Bukan saatnya lagi pernikahan dini dilakukan! Seharusnya orang – orang seperti Ulfah masih bisa merasakan dunia kumpul bareng temen – temen, pergi kesekolah, nikmatin arti kebebasan. Bukan ngurusin suami di rumah, ngejalanin dunia rumah tangga, apalagi ngurusin perusahaan. Capek banget kali!!!!
Kemaren, Ulfah akhirnya nongol juga! Tapi anehnya, Ulfah mengeluarkan statemen yang mencengangkan. Setelah didepan polisi ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin bercerai, di depan para wartawan pun ia berkata menolak untuk bercerai dengan “Syeh” Puji. Hellooooo……….. Kenapa kamu Ulfah???? Setelah orang – orang menyuarakan pembelaan kebebasan masa remaja kamu, kamu gak mau cerai sama Kakek itu??? Masya Allah Ulfah, apa sih yang bikin kamu seperti itu???? Masa depan kamu masih panjang. Inget kamu 12 tahun!!! Bukan saatnya kamu menjalani dunia seperti ini. Apa kamu gak rela ninggalin dunia kamu sekarang gara – gara uang, mobil, perusahaan atau apa??? Tenang ja Fa, Insya Allah, Allah ngasih yang lebih baik dari ini. Mungkin lebih!!!! Tapi bukan sekarang saatnya. Kamu cantik, kamu pinter, kamu punya segalanya buat dapetin lebih dari ini!!! Tapi gak sekarang. Semua ada waktunya!!! Pernikahan itu isinya bukan yang enak – enaknya melulu. Tapi juga, banyak gak enaknya! Apa lagi masa 12 tahun itu menurut dunia kesehatan belum saatnya melakukan sebuah perkawinan!
Dunia ini emang sudah kacau. Seorang syeh pun bisa berbuat sensasi. Sampai Gusdur, Kak Seto, Orang – orang KPAI ( Komisi Perlindungan Anak), LSM, dan masih banyak yang lainnya ikut angkat bicara bahkan ada yang sampai ikut campur segala. Gelar Syeh nya pun sekarang sampai dipertanyakan!!!
Sekarang Komnas sedang membuat konsep untuk menyelesaikan masalah ini, tapi menurut tim pengacara Syeh Puji, apabila konsep tidak sesuai aturan, Syeh Puji akan tetap membina rumah tangganya. Pengacara syeh puji pun ancam pidanakan polisi dan 27 LSM akan digugat.
Tapi di balik kekontroversialnya masalah Syeh Puji ada orang – orang yang bergelut dalam dunia hiburan terinspirasi untuk membuat film kisah Syeh Puji ini. Film ini rencananya akan dibuat sebanyak 12 episode oleh sebuah rumah produksi di Ungaran yaitu rumah produksi “Dreamligh”. Mudah – mudahn film ini bisa menjadi pelajaran para orang tua yang sering memeksakan keinginnya demi harta dan kekuasaan. Dan untuk Ulfah – Ulfah lainnya untuk tidak berfikiran pendek dalam mengambil keputusan.
Buat yang terlanjur membina rumah tangga dari hasil paksaan orang tua, buat cewenya yang sabar aja. Insya Allah, Allah punya rencana yang lebih indah buat kalian, buat cowonya laen kali gunain kekayaan atau kekuasaan kalian buat hal – hal yang lebih positive dari pada maksain kehendak sendiri tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain!!!
Ya apapun pendapat kita, yang jelas syech puji telah melakukan sesuatu “yang diluar kebiasaan”, sehingga hal tersebut menjadi bahan kontroversi. terlepas dari benar atau salahnya